Aku tetap melihat perbuatan Erik tanpa berkedip sambil berlinang air mata.Erik masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan sangat cepat. Bokep Montok Saat itu, aku benar-benar sendirian. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Erik kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya. Maria” Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin. Erik sangatlah baik padaku. “Kamu cantik ya Maria? Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Aku..melakukan kesalahan apa?”Tanpa banyak bicara, Erik menggeretku ke tempat tidur, mencopot dasinya dan menggunakannya untuk mengikat kedua tanganku dengan kencang. Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku.




















