Kaki ibu itu. Isi bus kembali ramai. Vidio Bokep dan sangat basah. Ya, kearahku. cukup lama. Tubuhnya menegang.Aku kembali mengelusnya. Menghayati momen-momen gila tadi. Tapi bukan itu alasannya. Penuh kemenangan. Orang-orang sepertinya tidak peduli. Yang lebih mengejutkan lagi, tangan ibu itu mulai mengelus pahaku. Mengulumnya lagi. Temperatur udara dalam bis mulai panas. Aku merasakan dadaku berdentum-dentum. Tapi ngapain naik bis ya? Menciumnya sebentar, kiri dan kanan, dan kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya. Aha, dia mengerti. Matanya terpejam. Aku sangat menghayati momen itu. Aku membuka tas dan mengambil sweater. Dia membuka kancing bajunya tepat di area itu. . Keringatku mulai menetes dari kening.Akhirnya bus berjalan. Temperatur udara dalam bis mulai panas. Dia masih terus mengelus pahaku. Pernah membayangkan membuka kancing-kancing besar pada kain jeans? Matanya yang bulat besar memantulkan kilatan cahaya neon di luar bus.Dia memandang ke bawah tubuhku.“Kasihan ya,…” senyumnya menunjuk ke “adikku”.




















