Antrian tamu yang hendak memberikan selamat telah mengekor panjang dengan saya sebagai salah satu korbannya, dengan diiringi gending-gending Jawa yang terus mengalunkan nada-nada lembut daerahku. Hhmm….menikah? Bokep Thailand Hah? Beberapa kali pula kami tertangkap dating oleh teman-teman yang lain, sehingga makin meyakinkan mereka kalau kami tengah berpacaran. Yang saya lakukan hanya berusaha meredakan tangis dan menyekakan air matanya dengan sapu tanganku. Datar tanpa kejutan, tanpa gejolak. Dulu kita sering nongkrong makan ice cream sambil memandangi produk-produk St. “Thanks Ryo, kamu baik sekali, but may I ask you anything else”, ujar Revy lirih sambi bersandar di pundakku. Perlahan kukecup lembut keningnya. Sempat kudengar jeritan lirih terkejutnya ketika ku memposisikan dirinya seperti itu. Revy… is that really you?Tiba-tiba ingatanku terlempar pada beberapa tahun silam.




















