dystopia Liburan Berujung Ngewe di Villa Outdoor: surveillance, korporasi, dan moral. Visual stylish, pace rapi. Bokepindo Minus: bahasan berat. Untuk pecinta spekulatif. Mulai.
Padahal semula dia sudah putus asa. Apalagi setelah beberapa hari aku bekerja di rumah ini aku sudah bisa mengetahui kalau majikanku, Nyonya Wulandari selalu sibuk dan jarang berada di rumah. Bahkan tiga orang pembantu wanita, menempati satu kamar. Ahh.., Cepetan dong, aku sudah nggak tahan nih..”, desah Nyonya Wulandari dengan suara rintihannya yang tertahan.Nyonya Wulandari menjepit pinggangku dengan sepasang pahanya yang putih dan mulus. Aku jadi heran sendiri. Tapi sudah beberapa orang pemuda seusiaku yang jadi korban. Dadaku jadi berdebar kencang dan menggemuruh. Setelah memasukkan mobil ke dalam garasi, aku bergegas ke kamar. Karena ditanggung oleh Nyonya Wulandari. “Kenapa? “Nyonya”. “Mobilnya mogok, Nyonya..?”, tegurku dengan sikap ramah. Juga orang-orang yang yang selalu sibuk dengan urusannya masing-masing. Dan pada saat yang hampir bersamaan, sekujur tubuhku juga menegang Dan bibirku keluar suara rintihan kecil.




















