Kakang itu ngaca dulu dong!. Bokeb Senyum mesumnya mengembang menghiasi pipinya yg peot. Sampai jembutnya saja rada-rada pirang gitu” mbak Siti menimpali.Menit demi menit berlalu. Justru rasanya enak bangeeet!”jawab mbak Siti sambil tertawa geli mendengar pertanyaan luguku.“Masa sih,mbak? “Arggg!! Pasangan suami istri itu telah membukakan gerbang kedewasaanku malam itu sekaligus merengut kesucianku meski secara teknis aku masih tetap perawan. “Dasar cowok kota bisanya cuma ngejual tampang sama ngehambur-hamburin duit orang tua saja!“ ocehnya pada suatu sore setelah mengusir seorang cowok teman sekelasku yg mencariku.“Kang..kang! Aku masih memejamkan mataku mencoba menstabilkan nafasku sambil meresapi sisa-sisa kenikmatan hebat itu.“Gimana, enak kaaan?” tanya mbak Siti.Kudengar juga suara tawa mang Narko terkekeh-kekeh. “Duduk di sini non” kata mbak Siti membimbingku duduk di pinggir dipan.Ia sendiri duduk di sebelahku.Setelah itu di atas pangkuanku ia letakan sebuah bantal.




















