“Hei, Roy.. aku suka itu!” ujarku datar diikuti tawa kami berbarengan. Bokep Arab Aku menyalakan sebuah kipas angin dari sebuah remote. Kulihat air itu menjadi bergulung-gulung membentuk pusaran lalu menghilang ke dasarnya mengeluarkan bunyi yang berdesis. Dasar nenek sinting, bathinku. “Hehh.. Tak lama kemudian kami mengakhiri pembicaraan itu, setelah sebelumnya Linda menegurku, dengan suara bernada keras. “Hehh.. Kiranya Linda telah pergi ke kantornya. Aku bangkit dari tempat tidur. Aku tak menyahut. Wanita itu memang betul-betul liar, pikirku. Tubuhnya yang putih montok hanya ditutupi oleh selembar kain katun berwarna biru langit yang tipis.Aku segera masuk ke kamar mandi yang masih terletak di dalam ruangan. aktifin tuh handphone-nya..!”
“Klik!” Matahari belum bersinar lama. Posisi tidurnya belum berubah. Mulutku seakan terkunci rapat, tak dapat bicara ketika kemudian wanita itu berhasil mengeluarkan batang-tubuhku dari sarangnya dan kemudian membenamkan kepalanya di antara pangkal pahaku.












