Lalu dia mengajak masuk ke dalam,“Ooo, begitu. Kita makan aja, yuk”.Syukurlah Pak Martin tak marah dan membentak, hatiku serasa tenang kembali tetapi rasa malu belum bisa hilang dgn segera.Pada saat makan aqu bertanya, “Koleksi bacaannya banyak banget Pak. Bokepindo Terasa nikmat sekali dan terasa badanku menjadi segar kembali. Tampak Pak Martin tersenyum dan aqu berpura-pura minta maaf.“Sorry, Siirr”. Aduh! Langsung kujawab,“Ok-ok aja, Pak.”.Sesaat Pak Martin pergi, aqu di rumahnya sendirian dan aqu jalan-jalan sampai ke ruang makan dan dapurnya. Saya baru pertama ini”.Dia berkata lagi, “Sama, saya juga”.Kemudian aqu agak tersenyum dan tertidur karena memang aqu lelah, tetapi aqu tak tahu apakah Pak Martin juga tertidur.Sekitar pukul 17:00 aqu dibangunkan oleh Pak Martin dan rupanya sesaat aqu tidur dia menutupi sekujur badanku dgn selimut. Tak lama kemudian dia keluar dan bertanya sekali lagi tentang keperluanku. Dia memang masih bujangan dan yg aqu dengar-dengar umurnya baru 27 tahun, termasuk masih bujangan yg sangat ting-ting untuk ukuran zaman sekarang.Suatu hari setelah




















