Dia memegang tanganku. Bokep Indo Terbaru Eee, kurang ajar. Kami berdua menjadi duduk berdempetan. Ah, peduli amat.Aku kembali menutup mataku. Benar-benar basah. Aku terus menggerakkan jariku. “Ya sudahlah pa, kita ngalah aja. Dia memegang tanganku. Tidak berasa memang. Dia terengah-engah. Si anak ternyata sudah tidak ada di pangkuan dia. Aha, dia mengerti. Aku memilinnya. Ah, peduli amat.Aku kembali menutup mataku. Ternyata dia mendengar. Dia kemudian menahan tanganku. Aku memandangnya.Matanya terpejam. Atau Satin? Setelah itu, aku memelorotkan celana dalamku. Aku merasakan dadaku berdentum-dentum. Putingnya. Tapi kepepet sih, harus cari upa (”cari nasi”) di Jakarta.Tak lama kemudian bis itu datang juga. Merasakan lipatan lain di dalam yang sangat basah. Orang-orang makan malam dan ke belakang. hmmm. Kepalaku berputar-putar karena aliran darah yang sangat cepat ke otakku. Dia menahan tanganku.“Jangan … ”Aku nekat.“Jangan …” Ok.




















