Ku ambil tisu, ku bersihkan memek Vera dari darah perawan dan spermaku.Aku beranjak ke kamar mandi, membersihkan sisa2 darah perawan Vera.Ira mengikutiku,Ira menyabuni penisku hingga bersih.Mendapat rangsangan2 lagi penisku langsung berdiri tegak.Melihat keadaan itu tidak disia-siakan Ira, Ira kembali mengulum batang penisku, aku hanya bisa mendesis keenakan.Dalam guyuran shower aku jilati teteknya, sementara tanganku gerilya didaerah pangkal paha.Ira mendesah, badannya semakin bergetar.Sesekali melenguh dengan kata-kata tidak jelas. Ku balik dia hingga posisi kami berhadapan, penisku kembali aku hujamkan ke memek Ira. Bokep STW “Toloooooooongg, kami tersesat”suara cewek terdengar lagi menggema. Kita cari tempat yg agak landai dan terlindung dulu,Iwan ama Rudy buat api unggun, kita bermalam, besok pagi kita turun.”
“Vera satu sleeping bag ama aku, biar panas tubuhnya cepet balik” kataku
“Kok ama cowok, kan bukan muhrim” protes Santi. “semakin liar aku menggenjot penisku keluar masuk. “Ya udah gitu juga boleh”jawab Santi. “Kami dari kota SM,Mapala Undip.Mas-mas darimana?”
“Dari Sl, deket kok dari gunung ini”
“Knapa kalian disini, kok jauh dari jalur pendakian?”tanyaku.




















