“Why are you crying…?” Jeanne mengusap setetes air mata yang menetes dari mataku saat bertanya kepadaku. Darah perawan Yo! Bokep Japan Aku sempat marah padanya dan kutantang dia berkelahi. Aku pikir, kapan lagi? Perlahan kumasukkan batang kemaluanku ke liang kemaluan Yo. Aku panggil dia Yo, saat itu dia kuliah di perguruan negeri lain yang juga ada di Bandung. Aku tumbuh menjadi anak yang nakal. Aku mencoba beberapa kali. Yo mempunyai darah Belanda dari ibunya. Tapi apa dayaku, waktu itu aku masih kecil. Aku merasa bahagia, sedih, senang, susah, gembira, dan entah apa lagi. Aku mendengar kabar ini sepulangku dari latihan survivalku selama seminggu. Maafkan aku Yo, kataku dalam hati. Tanganku menyusup ke bajunya setelah kancing-kancingnya aku lepaskan. Akhirnya, dia berhasil meyakinkanku untuk “get over it” dan “get real” dengan situasiku. It’ll be a moment and not too long.”
“Okay…”
Aku berjalan menuju baby grand piano yang ada di sudut ruangan.




















