Binalnya Istriku DishaAku suka pemuda seperti itu, cuman terkadang cuekmu sangat keterlaluan. Bokepindo Kamu sendiri kenapa mau?”, jawabnya yang dilanjutkannya dengan pertanyaan. Kurapatkan dadaku pada punggunya hingga bergesek. Kupandangi meja disebelahku yang penuh dengan botol-botol aqua, beberapa makanan kecil, dan kantung-kantung plastik yang tak ada isinya. pasti belum, kalau tidur kamu kok kuat sekali!”, omelnya. Di teras kamar aku melakukan stretching selama beberapa menit. “Mbak, boleh minta rotinya!”, kataku dengan halus. Kaki kirinya kuangkat sedikit keatas dan kuletakkan diata pinggulku sehingga batang kemaluanku yang telah mengeras dapat masuk dengan posisi miring. “Aku duarius Mbak, bukan serius lagi”, kataku ngotot yang hanya dibalas dengan senyumannya. “Nggak apa-apa Mbak, cuma mikir kerjaan besok”, jawabku santai. Pikiranku berkecamuk soal pekerjaan yang akan kuhadapi sehari lagi dan sama sekali belum kusiapkan.




















