Tubuhnya indah sekali deh, pinggangnya ramping, kakinya indah.Sejenak aku tercekat, ada sedikit sesal jika membohongi manusia secantik ini ada juga remang di bagian belakang leherku. Lina tersenyum lalu menunduk. Film Porno Setelah amblas di mulut, kumainkan dengan lidah. “Thanks god..”, batinku karena aku akhirnya punya alasan cabut dari terkaman macan dan dengan sedikit ‘speak’, aku terlepas dari cengkraman Yuni, yang kemudian kembali ke kamarnya dengan muka di tekuk.Singkat cerita, kami (aku & Hari) berhasil di kadalin oleh tiga ABG lokal Ambon tapi aku tak terlalu sekecewa Hari yang telah bermimpi sebelum tidur. Lidah kami bergelut dan menari di dalam.Saat panas mulai hinggap, kutarik tubuhnya dengan pelan hingga Lina duduk di pangkuanku. “Halo..?”, suaranya menyadarkanku. (yang aku heran, bibirnya tipis, tapi rasanya tebal bukan main). Setahuku, Lina mengajak bertukar cerita karena telah diberitahu oleh Alex bahwa aku seorang gigolo.“Nov, aku nunggu pagi di sini ya ?!”
“Tenang aja Lin.., anggap aja aku pacarmu..”
Lina mecibir mendengar jawabanku.




















