Ibuku blasteran, ayahnya belanda dan Ibu Sunda. aku langsung saja memotongnya. Bokeb Benda kecil licin segera dipaksakan masuk ke dalam mulutku. Jantungku berdebar keras sekali dan aliran darahku terasa amat cepat. Ayahku sudah sekitar 3 tahun meninggal dunia, meninggalkan ibu dan anakanak, aku dan adikku Charles yang masih kecil. Perlahanlahan ia bangkit dan melepaskan seluruh pakaianku. Hanya saja aku tahu, apa yang sedang terjadi pada diriku, Aku telah diperkosa Pak Herman ! Hal tersebut biasa kulakukan apabila aku sedang tidak kuliah. Kubiarkan ranjang moratmarit dan sprei berdarah itu tetap berada di sana. Entah bagaimana, aku pasrah saja dan bahkan begitu mendambakan sentuhan seorang lelaki. tanyaku dengan sedikit heran. Entah bagaimana awalnya namun yang aku tahu lelaki itu sudah menindih tubuhku dengan tanpa busana. begitu kata ibu. Hanya perasaan takut dan takut yang terus mendesak naluriku.Sebelum aku mampu mengambil keputusan apa yang akan kulakukan, Pak Herman sudah maju dan mendekap tubuhku.







