Kangen? Aku merasa benar-benar mencintainya. Bokep Thailand Terus terang aku tahu bahwa namanya Oghe hanya dari struk pembayaran. Entah kapan ia mengambil kunci wrenglerku. Aku masih jauh dari garis alkoholik. “Hallo, Ricky, kamu kemaren kemana? Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. Baru 2 km dari rumahnya, aku memukul-mukulkan tanganku ke stir mobil ini. Entah mengapa aku tidak dapat lepas darinya.Kalau aku tidak bertemu dengannya, tidak ada sama sekali rasa kehilangan atau kangen atau apalah namanya. Benar-benar butuh refresment hari itu. Panas, itu yang kurasakan. Malam itu begitu indah. Uang kita bagai setumpuk kertas gurauan dengan angka nol berderet-deret.Pukul 2 lewat. “He eh.”
“Tunggu di sini sebentar.” Ia berkata itu lalu berjalan menuju kawan-kawannya. Aku sudah beres-beres ketika interkom itu berbunyi lagi. Selama pacaran dengannya, ia sama sekali tidak tahu kalau aku suka minum.“Sejak kapan kamu minum Rick?”
Aku tidak menjawab. Itu yang ada di otakku. Ketiga temanku berhasil mendapatkan DFA di sana. Kubuka kaca jendela. Felly lagi. “Telepon Pak




















