“Eh, kok gitu…” balasku. Bokep Tobrut Dia menarik tangannya untuk lepas dari cengkramanku, “Aku tak mau berhubungan denganmu!” tegasnya tanpa mau melihat wajahku. “Tidak akan ku sakiti lagi asal kamu mau menuruti perintahku..” pesanku dengan mendekatkan belati di lehernya. “Yah, jalan-jalan saja neng…” jawabku. Hampir setiap malam kami jalan berdua, namun tanpa ada hubungan yang jelas, mau dibilang pacaran toh kami belum jadian. Ternyata mereka ke sana adalah dengan tujuan mempertemukan Rianti dengan pria yang telah dijodohkan orang tuanya. “Jangan malam-malam ya…” pesan ibunya sebelum kami berangkat.Aku pun sangat senang sekali bisa mengajak Rianti jalan-jalan. Kami berdua memang sangat kuat minum, kali ini aku ingin melupakan sejenak semua kesedihanku. Aku segera bangkit untuk mengejarnya, tapi usahaku tidak perlu karena Dini kembali ke kamar dengan digendong Mamat.




















