Bravo! Link bokep Aku mau langsung mandi!”, kata Bari sambil merengut merajuk dan melepaskan pelukannya. Segera pula ia mengerjakan “dua-dua”nya, yakni menaik turunkan pinggulnya sambil memutar-mutar. Hmm.., tambah harum jika dicium tanpa penghalang seperti ini. “Tadi, waktu aku pelan-pelan, kamu suruh cepat-cepat..” sahut Bari sambil menyuap satu sendok penuh mie goreng yang lezat itu. Surti menyambut pasangan hidup terkasihnya di depan pintu, menerima tasnya, dan membiarkan tubuhnya yang segar karena baru habis mandi, dipeluk oleh suaminya.“Hmm.., harumnya istriku”, bisik Bari sambil menciumi leher Surti. Jangan tinggalkan tempat.., Saya akan kembali sebentar lagi!”
Bari tersenyum enteng, tetapi sesungguhnya ia berdebar juga. Harus ada sedikit upaya untuk membuatnya siap. Padahal tadi pagi ia sudah mengajak bercumbu. ah..!”
Bari menghunjam dalam-dalam, lalu memutar dan menekannya dengan sekuat tenaga. Walaupun begitu, rasanya dengan Surti teori itu tidak selalu berlaku.“Aah..” terdengar Surti mulai mendesah lagi, dan pinggulnya berputar-putar gelisah, “Dikit lagi Yang.., tapi jangan semuanya..”
Oke boss!




















