“Uhh.. Bokeb Setelah kuberikan Nomor HP ku kukecup kening Ibu Ayu dan akupun pamit pulang.Di dalam taksi aku masih tidak habis pikir bahwa Orang seperti Ibu Ayu yang merupakan public figur dan artis terkenal juga nenek dari beberapa orang cucu, ternyata masih membutuhkan orang sepertiku untuk melampiaskan dan melepas nafsu birahinya. ah.. ihh”, rintih Ibu Ayu. “Maaf Bu!, aku mau Ibu orgasme dengan kontolku bukan dengan lidahku”. Pento.. iya selamat sore Bu”, jawab receptionist sambil menutup pembicaraan. “Pento ya?, mari masuk jangan bengong gitu dong, ntar kesambet si manis jembatan ancol lu “. “Uhh.. sayang.. Sudahlan aku tidak ingin lebih rinci lagi menjelaskan siapa Ibu Ayu!, aku harus tetap menjaga kerahasian konsumenku.“Mau minum apa”, tanya Ibu Ayu. Setelah beristirahat beberapa jam, pukul 12 malam, akupun pamit hendak pulang, walaupun Ibu Ayu mencoba menahanku agar aku menginap bersamanya. “Gini pen!, Ibu cerita sama temen Ibu tentang kamu, dan temen Ibu itu tertarik mau mencoba segala keramah tamahanmu, Gimana kamu maukan?




















