Bukan cuma aku yang tahu, seluruh staf rumah sakit ini pun sepertinya tahu karena dia begitu gigih mendapatkan hatiku. Kupompa penis itu agar terus-menerus menyundul rahimku. Bokep Korea Mantap! Dia duduk tegak kemudian menyilangkan kedua tanganku sehingga membuat payudaraku terjepit di tengah-tengah dan jadi membusung. Dia pun tidak mengirimkan pesan apa-apa lagi hingga shift kerjaku berakhir jam 6 sore….“Belum pulang, bu dokter?” seniorku menegur aku yang sedang melamun memandang ke luar jendela, ke arah cafe tempat dia berada.“Eh, iya sebentar lagi Dok,” jawabku sambil memasukkan perlengkapan makeup ke dalam tas.“Tumben kamu dandan cantik banget sore ini? Please! Tapi syaratnya ada dua ahahaha….” dia berkata sambil terus memompaku.“Aku nurut! “Tapi jujur saja aku kaget kamu mau menemuiku di cafe ini…
“Aku berpikir setelah tiba-tiba aku datengin kamu dan memotret kamu, efeknya kamu akan takut, kemudian menjauhi aku dengan keluar diam-diam lewat pintu belakang rumah sakit dan mem-block akun Facebook-ku.”“Aku juga ga ngerti kenapa aku datang ke sini nemuin kamu,” jawabku.




















