Penuh tenaga, makin lama makin cepat gerakanku. Bokep “Mmm…tapi..tapi itu kan gak mungkin den..”Ujarnya dengan suara pelan. “hehe..aden tetap muda, wajar kalo pikiran ke arah itunya tetap kuat, jadi..”
“Sekarang jg lagi mikirin itu mbak..”Aku memotong kalimatnya. Aku tidak menjawab, aku tengah fokus ingin menuntaskan aksiku. “Iya den, sebentar mau mindahin air panas ke termos..”Jawabnya. “Waduh..”Jawabku terputus. O gosh..nikmat sekali, aku mendesis-desis menahan geli. Wajahnya sontak kaget serta bingung. Aku telah berusaha keras utk menahan diriku utk tidak berniat aneh pada dirinya tapi kesadaranku belum penuh utk melawan kegilaan ini. Kami terkesima dengan nafas tersengal. Bagaimana kalau dikemudian hari kenekatanku bakal berbalik menjadi bencana utk diriku serta karir. ” Barusan tidur di kamar belakang den..telah kenyang tidur dia..wah..kenceng ya anginya..”Jawabnnya. Sekelebat aku tetap pernah melihatnya melangkah pelan, setan makin kuat mempermainkan pikiranku. “Walah..mbak..mbak..yaa telah saya ambil uangnya sebentar, tapi janji yah dikembaliin secepatnya”aku berusaha menyudahi perbincangan ini.




















