Aku sudah telanjang bulat. Meski keadaan sangat gelap, namun aku masih bisa melihat dua tubuh yang bergumul. Bokeb Kupeluk erat pula tubuh Mila. Kupompa lebih cepat lagi. Sampai akhirnya tiba pada genjotan yang terakhir. Ke luar..! Mila..! Kulihat dua pasang kaki memasuki kamar. Tangannya pun memeluk tubuhku, agar aku merapatkannya kembali. Tidak lama kemudian, terdengar suara Mila yang datang. Dan yang lebih mengagetkan lagi, kakinya tiba-tiba mengunci pantatku. Lalu Mila kugumuli dengan sesuka hati. Tetapi apa hendak dikata, Darta sudah lemas. Tubuhnya menggairahkan. Tubuhnya menggairahkan. “Kau menikmatinya, Mila?….nikmatin saja kontolku yang besar ini” bisikku.“Diam..!” dia membentakku. Dan akhirnya.“Agh.. Ranjang bergoyang lebih ganas lagi. Kucoba menyalurkan nafasku ke arah telinga Mila. Sialan..” ucapku. Aku sudah telanjang bulat. “Emh, emh, emh, emh.. Gua gak apa-apa koq. Ke luar..! Oh..” Hanya itu yang keluar dari mulut Mila, karena mulutnya disumpal oleh mulut Darta.




















