Ayo ikut aku. Saya perlu uang, tapi apa mesti dengan cara seperti ini? Bokeb Itu jadi kenangan penting buat kami, waktu Juragan didatangi seorang penari jalanan. Dia remas sedikit paha saya. Haduh, tampang saya pasti sudah ndak karuan. Melamar kerja kesanakemari, nggak diterima karena dianggap pendidikan kurang tinggi. Hiih!Duh, saya sudah nggak tahu lagi apa yang keluar dari bibir saya, atau seperti apa kelihatannya saya. Berapa ya? Kamar tidurnya. saya kaget dengar bisikan Juragan itu. Nggak tahulah Tapi yang terjadi malah tangan saya mulai merabaraba selangkangan saya, memainkan itil saya seperti yang dilakukan Juragan tadiSesudah hari itu, ada yang berubah dalam kehidupan saya. Apa saya mestinya sedih atau malu? Kami samasama nggak sadar hidup di Ibukota begitu beratnya. Saya masih tutupi gunung kembar saya dengan kedua tangan. Suara Eihh keluar dari mulut saya, malu karena sentuhan Juragan. Simbok akhirnya nekat mengajak saya pindah ke Ibükota mencari penghidüpan.




















