Namun aku hanya diam saja, tak tahu apa yg harus kulakukan. Lidya kembali mencium dan melumat bibirku. Bokep Korea “Siapa namanya?” tanya Tante Amanda lagi. Namun dia tak sendiri. Dan dia semakin aktif merangsang gairahku. Waktu itu aku benar-benar bodoh dan tak tahu apa-apa. Namun aku tak peduli dgn paha yg indah padat dan putih terbuka cukup lebar itu. Berulang kali dia menuntun tanganku ke dadanya yg kini sudan polos.“Ayo dong, jangan diam saja..”, bisik Lidya disela-sela tarikan napasnya yg memburu. “Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Lidya. “Aku mencintaimu”, sahut Lidya agak ditekan nada suaranya. Kedua bola mataku sampai membeliak lebar. Dan kebetulan sekali aku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta yg cukup keren. “Lidya ulang tahun. Ayo..”, ajak Lidya setengah memaksa. “Ada apa, Lin?” tanyaku polos.“Ohh..”, Lidya mengeluhh panjang sembari menggelimpangkan badannya ke samping.




















