Kembali lagi ke meja makan dan kami berdiam diri lagi. Bokepindo Maksudku terjebak oleh salah seorang dari mereka.Dari dapur aku terus ke kamar di sebelah kamar tidurku yang kujadikan ruang kerja, menekuni hingar-bingar lalulintas internet dan tenggelam dalam keasyikan sampai Andi muncul mengejutkanku.“Om saya mau beli nasi bungkus, apa om mau pesan?”“Tidak, om tadi masak nasi, terimakasih.”“Saya tinggal Mita sebentar Om.” Aku menatap wajah Andi. Aku jadi kasihan padanya. Saya kira dia sudah siap untuk kumasuki tanpa merasa terlalu sakit. Lalu sementara lengan kananku menyangga di bawah kepalanya tangan kiri meremas gundukan dada kanannya yang terasa empuk walau masih di bawah blus dan branya.“Om, om punya pacar?”, tanyanya dengan nafas sesak sewaktu mulut kami terlepas.“Tidak. “Enak Om, tapi dada rasanya panas.” Aku juga mereguk dari slokiku. Untuk satu kali saja?”“Mengapa tidak? Dan kamu bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Ermita menghirup anggurnya.




















