Sedangkan otak aku masih berperang antara “Mas dan Pak”. Dgn bersemangat Pak Sebastian melepas bajunya dan tidur dimeja kerja bagian elektronik yg sebenarnya meja ping-pong..Mulailah aku jadi ahli USG dadakan, berbekal buku manual dan seingat- ingatnya pelajaran Anatomi, aku mulai memeriksanya dgn memberinya lubricant / pelincir agar prop USG yg besar ini bisa digeser dgn mudah di badan pak Sebastian. Bokep Montok Diana memeluk aku , dijilat-jilat pelan telinga aku “Maaf ya mas, sejak tadi malam memang aku lagi
“kepengin”” Diana berbisik. Aku telpon ke rumah beliau, dan beliau perintahkan untuk melakukan pengiriman barang jam 8 pagi besok di Rumah Sakit tempat beliau bekerja. Sudah tak ingat lagi antara boss dan karyawatinya. Tapi sudahlah mulut aku sudah dalam posisi itu. USG (Ultra Sonografi) 3 dimensi berwarna. Aku percepat pompaan aku di selangkangannya. “ON”…hiduplah alat mahal ini, kita bertiga termangu-mangu didepan alat ini, selain ini untuk pertama kalinya juga perusahaan kita mendapat pesanan alat ini, juga pertama kali Pak Sebastian merakit.










