Mana lagi yg di cium si Kartolo?” sekarang dia menunjuk buah dadanya:
“di susuku ini Kakek, dicium bergantian, kiri kanan..” Nah, ini dia. Wah, aku hampir terlonjak kaget. Bokep Indo Terbaru Bosen. kenapa Kakek?” tanyanya bingung.Aku sekarang berdiri di depannya, tanganku memegang pundaknya. Nyuwun tulung Kakek..” suaranya semakin rendah dan bergetar, seperti sedu sedan.Kemudian dgn cepat dan dgn suara tetap bergetar, dia bercerita bahwa ada seorang laki-laki, bernama Kartolo, yg sangat ditakutinya. Namun kulihat si Wagino sekretarisku menghampiri:
“ada pasien satu lagi Kakek” bisiknya:
“cah wadon (anak perempuan) huSarau banget”. Kartolo adalah tetangganya yg sudah punya istri dua dan anak segerendeng, namun masih hijau matanya kalau melihat wanita cantik. Suatu hari ia berbicara serius dgnku, mengajakku untuk menjadi “murid”nya. Untung orang tuaku termasuk orang kaya di kampung, jadi semuanya masih dapat ditanggulangi. Untung aku belum berkeluarga, kalau tidak pasti tambah repot karena harus menghadapi omelan dan gerutuan istri.Dalam keadaan sebal itulah aku bertemu dgn Kakek Ngadimin, kakek tua yg dgn gagahnya memproklamasikan diri sebagai




















