Ruang kamar tidurku memang cukup rapat jendelanya, hingga hujan turun pun takkan terdengar, cuma saja di luar sana kulihat dedaunan dan ranting pohon bergoyang tertiup angin kesana kemari.Detik demi detik tubuh supirku semakin dekat dan terus melangkah menghampiriku. jadi kamu sudah merencanakannya, sialan kamu Nto..” ucapku dengan terkejut, ternyata diam-diam supirku sudah lama merencanakannya.“Bagaimana Bu Meryy..?”“Bagaimana apanya? Bokep Asia Supirku cukup lama meninggalkan diriku sendirian, tapi waktu kembali rupanya ia membawakan masakan nasi goreng dengan telor yang masih hangat serta segelas minuman kesukaanku. Sesudah melihat tubuhku yang sudah mulai kelelahan dan kehabisan tenaga, supirku dengan sigapnya menggenggam lengan kananku dan menekuknya kebelakang tubuhku, begitu pula dengan lengan kiriku yang lalu ia mengikat kedua tanganku kuat-kuat, entah dengan apa ia mengikatnya.Sesudah itu tubuhnya yang masih berada di atas tubuhku berputar menghadap kakiku. tenang.. tapi itu waktu jam kerja. Kurasakan betis kananku digenggamnya kuat-kuat lalu ditariknya hingga menekuk. Nto..” kataku berulang-ulang sambil terisak menangis.Rupanya supirku sudah kesurupan dan lupa siapa yang sedang




















