dan Erwin berkata padaku, “tenang aja Van, jangan menangis ini saya biarin memek lu beradaptasi dulu baru nanti ku pompa, kita juga tidak bermaksud nyakitin lu koki”
Aku yang dalam keadaan takut dan pusing cuman diam dan ngangguk-ngangguk saja. Bokeb “begini saja aku beri kalian uang, hapus foto-foto itu”, usulku. Anton langsung mencabut penisnya, dia membaringkan tubuhku lalu dia menarik tubuhku hingga bersandaran ditubuhnya, bagaikan duduk di kursi santai saja dan Dodi membuka lebar kedua pahaku dan langsung memompa vaginaku dengan ganas. nnngghh..!!, rontaku namun badan ku tidak bisa bnyk bergerak semua arah tubuhku di tahanin, seluruh bagian vaginaku terasa geli dihisap, dan dijilatin, terutama di bagian klitoris. “HAHAHAHHAHAHA!” Mereka kembali tertawa keras. Aku terpaksa ikut, dan juga lebih baik bernegosiasi di tempat lebih sepi.Akhirnya tiba di Kos Erwin yg sempit,kulihat jam nya tepat di jam 1 siang, dan bau keringat ini. “hebat lo win, cuit cuit!”, sorak teman-teman Erwin.




















