Gadis Asia Bergairah 54

Kulihat di alroji swiss armyku menunjukkan pukul setengah 5 sore. Bokep Tobrut Mbak Ratih tak menjawabnya, ia mengangkat kepalanya sebentar menatapku kemudian tertunduk kembali.“Kog ga dijawab mbak?” tanyaku. Hingga tiba-tiba ia menggelengkan kepalanya.“Terus kenapa mbak Ratih terdiam dan masih sedih?” tanyaku lagi. Mbak Ratih tak memberikan respon, malahan posisinya sedikit ditarik ke belakang.“ya sudah, kalo gitu memang lebih baik usaha ini ditutup saja” kataku kecewa. Entah itu dilakukan karena merasa risih dengan rambutnya yang tergerai sebahu atau memang sengaja ingin menggodaku.“Wooww seksi sekali kamu mbak…” teriakan hatiku yang memicu kontolku kembali berkedut seolah masih bergejolak mencari kenikmatan.Aku tak kuasa menahan nafsuku yang mulai bangkit kembali. Perkenalkan namaku Adam. Mbak Ratih masih berusaha menghindar meski tak ada kata penolakan darinya. Aroma hijab yang khas saat itu semakin menambah gejolak nafsu birahiku padanya. Tidak semua usaha bisa bejalan dengan mulus, gonta ganti bidang sudah aku alami. Aku bahkan juga hafal sifat dan karakter karyawan/ti tapi maaf, bukan bermaksud untuk sombong.

Gadis Asia Bergairah 54