Sherin sendiri mulai terhanyut oleh gaya Pak Udin yang khas itu. Dalam foto itu keduanya tampak serasi dan mesra sekali, karena itulah ia tidak sanggup menatapinya lama-lama karena keadaannya sekarang sangat bertentangan dari di foto itu, ia malah menikmati hubungan terlarang dengan orang-orang yang tidak seharusnya seperti ini, sungguh suatu dilema baginya, dia masih mencintai Frans, namun dia juga telah terperangkap dan diperbudak oleh hasrat liarnya yang semakin tak terkendali sejak hasrat itu dilepaskan keluar oleh Imron. Bokep STW “Kurang ajar !” omelnya dengan wajah cemberut. “Ada apa lagi Pak yang bisa saya bantu ?” tanya Sherin melihat mereka yang belum beranjak pergi. Rasa lelah dari berolah raga dan persetubuhan tadi membuatnya merasa ngantuk di dalam air hangat yang memberi kenyamanan itu sehingga tanpa terasa dia mulai tertidur di bak. Maka dia pun merespon dengan menggoyangkan pinggulnya lebih cepat.




















