ia juga teh.. Dengan mata dan kepalaku sendiri aku melihat Ifa tengah berdiri menyandarkan tubuhnya pada lemari besi di belakangnya, wajahnya seperti meringis melukiskan pesan berarti dengan mulut yang terbuka seperti menyebut huruf “O” dengan mata merem melek.Suara aneh itu semakin terdengar bercampur dengan suara serak dari tenggorokan Ifa. Bokep India sayang..” ucapku yang memang sering bercanda ketus pada adik kampus sekalian bawahanku ini yang sekarang sudah menjadi teman akrabku di kantor 6 bulan belakangan.“Yee teteh sirik amat.. Sesaat aku ingin keluar dari keadaan ini tapi sesaat aku seperti tak mampu melepaskan semua ini.“Apa yang terjadi denganku ?”
“Apa aku menikmati perlakuan Denny ?”
“Ohh tidak, ini tidak boleh aku sudah bersuami, tapi..”FlashbackSudah 6 bulan ini Mas Imran tak ada di sampingku, awalnya bulan pertama bisa aku sesuaikan dengan diriku tapi setelah itu nampaknya aku merindukannya, merindukan kasihnya dan merindukan sentuhannya.Sebagai pelepas lara dan rindu sering aku menelponnya sampai berjam-jam selepas pulang kantor, namun 3 bulan belakang ini itu jarang kulakukan karena




















