Disela makan siang tante Diva juga sempat memberitahukan kepadaku tentang anak perempuannya yang juga sydah dewasa. Bokep Colmek habis enak dan ngga bisa nahan lagi, ngga jadi anak khan nanti?” Tanyaku“Enggak, santai saja, sayang!” Katanya manja sambil mencium pipiku“Emm..,Mbak!” Tanyaku“Apa sayang?” Jawabnya“Kapan-kapan boleh minta lagi, nggak?”“Anytime, anywhere, honey!” Katanya sambil memelukku dan melumat bibirku.Setelah kejadian itu, tiga hari berikutnya aku menikmati servis istimewa dari Ibu Diva untuk lebih mengeksplorasi ramuan kenikmatan dengan berbagai gaya yang diajarkan olehnya, bahkan masih berlangsung hingga saat ini.Pada mulanya anaknya yang kuincar menjadi cewek ku, ternyata malah mendapat layanan plus yang memuaskan dari ibunya. Namun tak disangka, Ibu Diva memegang lengan ku dan menarikku ke dalam pelukannya.“temani aku malam ini, Dik!” Bisiknya lirih di telingakuKurasa habislah pertahanan ku kali ini. Sejak pertma aku melihatnya aku langsung terpana dengan kecantikan dan kemolekan tubuh tante Diva ini. Kita lebih akrab dan kadang jika tante Diva sedang istirahat kantor, dia mengajakku untuk makan siang di resto belakang kantornya.




















