Akhirnya kami pun kelelahan dan tertidur. “gue ke kantor dulu, pulangnya mungkin agak kemaleman” ujar Nadia sambil mengenakan sepatu di ruang tengah. Bokep Tobrut Sikap Nadia yang sangat baik padaku membuatku mulai menikmati perjodohan ini dan sedikit membuka hatiku bagi wanita ini. Kata-katanya tidak dapat ku hiraukan, seakan terbawa dalam lamunan banyak hal yang menghantui pikiranku, suara pintu depan kemudian menyadarkanku bahwa wanita yang menyapaku tadi adalah istriku. “sorry,.. Tubuh Nadia sangat hangat, kubiarkan tangannya menyusuri pinggangku lalu dipeluknya.“da,….kalo mau minta tolong, atau mau ngomong sesuatu, kasih tahu aja…,,, aku siap bantu kok” ujarku untuk memecah suasana.“kamu masih belum nerima kenyataan kalo kita udah nikah ya?” tanya Nadia pelan,“dulu sih iya,,,, tapi sekarang udah nggak,…abis kamu baik, cantik lagi” gombal ku“ih gombal,.” Balas Nadia, sambil mencubit pinggangku“kalo aku sih pasrah aja ama orang tuaku mau di suruh apa juga, yang penting pekerjaanku nggak keganggu” sambung Nadia“aku mau minta sesuatu sama kamu” lanjut Nadia“minta apa?” tanyaku
“ehm,,…gimana ngomongnya ya..” jawab Nadia“udah,.




















