Sensasi yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Bokep Rusia Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. “..Erik? Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. “Erik marah..”, pikirku. “Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Masih kecil sudah kenal laki-laki!! “Erriik..!! Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil. Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku.




















