Keperluanku udah komplit.”
“Ayo kita cari makanan kalau gitu. Kugunakan jari-jarinya sebagai pengedap suara yang kugigit-gigit sebagai pengganti jeritan yang keluar. Sex Bokep Sini bajunya aku bayar dulu.”
Aku pun berdiri di depan counter siap melakukan transaksi pembayaran. Kelvin masuk, menutup pintu dan mengunci. Otakku saat itu tidak dapat berpikir dengan logis. “Eks-ku belum pindah keluar dari sini… dia bisa mencak-mencak kalau mencium parfummu.”
“Hah!” aku serasa baru ditampar, mungkin balasan tamparanku tadi di kamar ganti. “Lebih baik jangan.” Aku menunduk mengenakan pakaianku kembali. Aku kelihatan sangat seksi. Aku berpikir si Kelvin ini kelihatannya punya hati yang baik.Aku masuk ke kamar ganti yang besar dan mencoba lagi baju itu sebelum benar-benar kubeli. Di siang bolong pesan sake sampai dua kali. Dan kali ini Sabtu ditolak, dia minta Jumat malam. Kelvin datang mendekati, barangkali ingin ikut mengamati, tetapi tidak ada komentar lain yang keluar dari mulutnya.














