“Hihihi…mas Totok kalau mau belajar, pertama-tama harus mengerti dulu apa Judo itu. Langit yang sudah mulai menghitam membantuku supaya rencana ini berhasil. Bokeb Bibir kami kembali membelit. “JANGAN SEKALIPUN kamu MENYEBUT nama IBUKU!” gemeletuk aku menahan emosi.Sesaat Sinta tampak terkejut, tetapi dengan cepat dia memutar tangannya lalu membelitkan ke ketiakku sambil berteriak.Tiba-tiba aku merasakan tubuhku jadi seringan kapas dan pandanganku sepeerti terbalik, lalu sedetik kemudian punggungku menghantam lantai dengan keras. Hangat dan basah!‘Dia sudah tidak perawan lagi’ pikirku. Aku sudah tidak tahan lagi!Segera aku membereskan koran dan majalah yang berserakan di ruang tamu, lalu aku pelan-pelan berjingkat menuju kamar Bulik Tin. Tapi tentu saja aku tidak mungkin punya keberanian sampai begitu, bagaimana nanti kalau Bulik tiba-tiba terbangun, bisa mati konyol aku!Suatu malam aku merasakan lagi terangsang berat, tadi siang sampai 2 kali aku memutar film BF yang artisnya mirip ama wajah Bulik Tin di rumah Manto.




















