Sebelum aku sempat berbuat banyak, sepasang tangan kekar telah menyaut bahuku, memaksa mendudukkan aku, kemudian tanpa bias berbuat banyak, tangan itu menyeret aku masuk ke dalam kamar.“Sudah pingsan kayaknya”, kata itu yang pertama kali kudengar berikutnya. Dia pun lalu merebahkan tubuh moleknya di sampingku, merapatkan ke tubuhku seperti mencari kehangatan. Bokeb Dan seketika itu juga dua jari telunjuknya dimainkan di kedua putting susu Merry secara bersamaan. Gelitikin yang terasa pada ujung putingnya seakan akan terdapat aliran listrik yang menyengat simpul simpul syarafnya. Aku marah bukan main tetapi juga tidak bisa berbuat apa apa melihat kejadian itu. Senyumannya yang memabukkan itu segera membuat nafsuku membara. Membuat Merry terhenyak terdiam ketakutan setengah mati. Pada saat berbalik, “DEG…”,pintu samping menuju garasi ternyata terbuka sedikit. Sebuah kejadian yang benar benar membuat aku sebagai suami meradang amarah dan dendam serta menjadi sebuah bencana besar bagi Merry istriku.Kejadian ini dimulai pada saat aku dan Merry kembali ke rumah setelah makan malam bersama di suatu akhir




















