Sesampai di depan rumah kulihat pintu rumahku telah tertutup dan lampu ruang depan nampak telah dimatikan. Rupanya permainan ini sudah cukup jauh. Bokep STW Perbuatan tak senonoh yang dilakukan istriku membuat diriku menjadi naik pitam. Ada 2 jendela di samping rumahku. Dari lubang angin diatas jendela pertama aku bisa melihat ruang keluarga dimana istriku biasanya menghabiskan waktunya di depan TV. Tangan dan kakinya yang berbulu cukup lebat memeluk tubuh istriku. Aku harus cepat balik ke pertandingan sebelum panitia menyusul aku.Malam itu aku pulang dengan membawa Piala Lurah bersusun tiga yang kemasan. Nampaknya istriku begitu keranjingan dengan bulu-bulu Pakde Yatno. Menyaksikan Pakde Yatno dan Indri istriku demikian nikmatnya saling mengayuh syahwat aku jadi terbawa hanyut. Kalau bertamu kenapa tidak di ruang tamu. Aku penasaran.




















