Mulanya kami ngobrol biasa saja (kenalan, bercanda, tebak-tebakan, dan sebagainya). Bokepindo Keragu-raguan itu akhirnya musnah setelah kami melakukan “copy darat” di Plaza Senayan. Sampai saat itu sebenarnya saya masih ragu apakah Rani ini betul-betul perempuan atau cuma laki-laki iseng yang menyamar sebagai wanita. Mulutnya berusaha mengatakan sesuatu tapi kain yang membungkam mulutnya membuat kata-katanya tidak terdengar jelas bagiku. Tangan satu lagi saya masukkan ke dalam celana dalamnya. Siksa dan sakiti aku sepuas hatimu.”
“Tapi..”, tanyaku. Keragu-raguan itu akhirnya musnah setelah kami melakukan “copy darat” di Plaza Senayan. Tangannya memasuki kemeja saya lalu mengusap-usap dada saya. Memang inilah yang paling saya senangi. Saya ambil bantal lalu saya tutupkan ke muka Rani hingga Rani tidak dapat bernafas.




















