Kendaraan mulai menderu, bertambah cepat. Hidup serasa jalan tol, tanpa rintangan, mulus tanpa gejolak, penuh aturan. Film Porno “Ya sudahlah pa, kita ngalah aja. Sungguh, ibu itu mempunyai dada yang sempurna. Dia kembali melanjutkan kulumannya. Dia berhenti mengelus penisku, membungkukkan sedikit badannya, dan kemudian berusaha melepas kait BHnya di belakang. Aku membayangkan bentuknya. Sedikit ku remas, tapi tidak banyak. Aku terus menggerakkan jariku. Sangat pelan. Aku memejamkan mata lagi.“Buka matamu, awasin ….”Aku tidak mengerti. Aku tidak mau menyakiti bukit indah itu. Kendaraan mulai menderu, bertambah cepat. Dia bangkit, kemudian tersenyum kepadaku. Tapi kepepet sih, harus cari upa (“cari nasi”) di Jakarta.Tak lama kemudian bis itu datang juga. Biar bisa tidur lelap. Pelan dan sedikit menekan. masih terlelap. masih terpejam. 4 hari lagi, aku akan menikahi Mei, kekasihku selama 6 tahun. Benar-benar mulus. Untung aku ada sweater yang bisa menutupi si “burung” nakal.




















