Sepatu itu adalah hasil jerih payahku mengumpulkan kardus-kardus bekas dan menjualnya ke tukang pemulung yg tak jauh dari kontrakanku. tahan..”Dia meringis sepertinya menahan sesuatu.“Ayo teken lagi Mass.. Bokep Mama Maass.. aacchh..” Kupuntir putingnya, dia makin menggelinjang.Akhirnya aku tak tahan lagi. Aku kaget sekali. Ditambah live show.Selama kelonan, dadanya menghimpit dadaku. Agak mengembung, putih, putingnya agak samar-samar karena dari samping. Dia makin menggelinjang. Aku tdk tahu belajar darimana dia, yg penting yg kurasakan saat itu nikmat sekali. apa sedang sakit perut?” pikirku.Oh ya Mbak Indah sekarang sdh janda. jangan.. kok kaosnya nggak dilepas..”“Lho.. Melihat sepatu itu aku tersenyum sendiri. Setelah ibunya pergi berkeliling, dia tidur sebentar).“Mungkin karena pengalaman mengintip tadi..” batinku.Pulang sekolah pun dia banyak diamnya.“Kenapa dgn Fitriku ini..” batinku.Sementara aku tinggal di warung untuk bantu ibu, dia langsung pulang seperti biasanya.Malam harinya, saat aku sedang belajar, Fitri datang menghampiriku.“Mas Pri, ajarin Fitri soal yg ini doong..” pintanya sambil membawa buku Matematika-nya.“Sebentar ya Mas selesaikan PR Fisika Mas dulu..” jawabku.Setelah aku




















