“Mangkanya, lebih baik kamu harus tunduk kepadaku, atau..” pembicaraan terpotong. Karena saat itu tidak ada orang, saya iseng untuk mencobanya dengan naik di atas tiang penyangga. Bokepindo Saat itu, saya telah mencapai Final, dan lawan saya yang berikutnya, adalah Fahris (Sekarang ia anggota Dark Falcon). Aku baru saja masuk ke ruangan ini.” jelas Gloria. Setelah saya pegang benda tersebut, saya buka kantongnya satu persatu. “Atau aku Renggut Keperawananmu!” Teriakan Fahris menggelegar. “Eh, terima kasih ya, kamu sudah menolongku pada saat itu.” ucapnya “Ah, tidak apa-apa. “Oh, pada saat itukan Fahris masih dalam keadaan Fit, jadi aku tidak mungkin dapat menghadapinya secara fisik.” “Kalau mental?” tanyanya lagi. Setelah sekian lama, saya ingat, bahwa saya akan bertanding lomba Catur antar 1 Sekolah. Ia berjalan seperti orang normal. Ia berjalan seperti orang normal. Pada waktu itu, kami melakukan beberapa kegiatan rutin yang biasa kami jalani setiap harinya.




















