Kata DJ tiga film yang kupinjam bagus-bagus. Sepertinya dia menikmati filmnya, pikirku. Bokep link Aku bingung, “Oke deh, tapi kamu pinjam aja satu, nonton sendiri aja di rumah, jangan di kamarku”, kataku sambil menyusun rencana untuk minjem VCD porno yang biasa dari temanku. “Mas Den, Mama tadi siang ngomong apa aja tentang Aryo?”
Aku tersenyum, “Lho memangnya kenapa?”, aku balik bertanya. Kukulum kemaluannya, dan kumainkan lidahku. Tak berapa lama aku tiduran, terdengar ketukan pada pintu kamarku. Tidak berapa lama, perutku terasa sakit. “Ah, nyantai aja Mas Den, Aryo nggak ada PR kok”, kata Aryo.Aku membelokkan motorku menuju rumah DJ. “Lalu kenapa?” tanyaku. Aryo berpegangan erat di pinggangku, jantungku berdegup, namun aku berusaha biasa aja. Aku dan Aryo mengantarnya hingga ke Stasiun Tugu. Kami berdua terengah-engah setelah pertandingan itu. Sepertinya karena aku makan sambel tadi sore, pikirku.




















