Aku dan Kak Agun ngobrol di ruang baca sambil nonton TV. Bokep Mama Diusap-usap, digesek-gesek dan akhirnya aku ditelanjangi.Aku hanya bisa pasrah saja. Sayangnga mereka semua orang-orang sibuk.Kakakku, Kak Luna, usianya terpaut jauh diatasku 5 tahun. Kak Agun secara perlahan menarik “miliknya” keluar. Sebenarnya aku sayang sama kamu”.Saat itu aku memang masih polos, masih SMP, namun pengetahuan seksku masih minim. Aku jadi geli, tapi yang jelas saat itu aku merasa beda. Salah seorang teman kakakku, Kak Agun namanya, sering sekali main ke rumah. Saat itu aku masih SMP kelas 2, Kak Luna sudah di SMA kelas 2. Dia hanya tersenyum dan membopongku ke kamarku. Permainan pun dilanjutkan lagi, saat itu aku benar-benar sudah tidak kuasa lagi, aku pasrah saja, aku benar-benar tidak membalas namun aku menikmatinya. Napasku satu persatu mulai memburu seiring detak jantungku yang terpacu. “Nah…, karena kamu sudah menyelesaikan PR-mu, aku kasih hadiah” kata Kak Agun.




















