Keduanya matanya pun terpejam. Bokepindo Memang begitulah adanya. Semuanya berbaur dalam jiwaku.Kepergian Wiwi dari hidupku, benar-benar membawa pengaruh yang besar. Kudorong perlahan-lahan.Nia masih terbaring di atas kasurku. Pakaiannya berserakan di lantai, tetapi sekujur tubuhnya ditutupi oleh selimut. Selanjutnya lama kelamaan, menuju kepada jenjang atas ranjang. Kurapatkan tubuhku. Aku belum mau orgasme. Mengajak kakiku untuk melangkah ke arahnya.Senyum manis dari bibir merahnya, membuat gairah sexualku terangsang. Erik menganggukan kepala sambil tersenyum. Nia baru duduk di kelas 1 SMU. Kedua tangannya berusaha mendorong dadaku. Kupendam saja kekuranganku, dan aku berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan diriku lagi.Benar sekali. Dia pun memeluk tubuhku. Kuletakan botol bir di atas meja. Malu Ucapku sambil tetap berlagak mencari-cari sesuatu.Aku memang agak risih juga kalau berhadapan dengan Teh Ana. Erik keluar sambil tersenyum-senyum sendiri, dengan wajah yang cerah. Kenapa aku tidak perkasa lagi? Sampai aku pun tak sadar, kalau tetangga kontrakanku sedang memperhatikan di depan pintunya.




















