Lonceng berbunyi menunjukkan pukul 21:30. Bokepindo Tanpa menghiraukan Diana yang sudah kelelahan, mereka terus berpesta menikmati tubuh cewek itu. Lonceng berdentang menunjukkan pukul 21:00. Tubuh dan buah dada Diana berguncang-guncang seirama dengan hentakan genjotan Joe yang makin liar. sedikit lagi! “Ha…ha….ha… kesempatan yang langka ini tak akan kami lewat begitu saja. Sementara badai diluar mulai turun dengan deras dimulailah pesta perkosaan itu. Sekarang tubuh Diana hanya mengenakan BH dan celana dalam saja, membuat mereka makin menjadi-jadi. Mereka menelan ludah melihat Diana yang meliuk-liuk merangsang menari disco. “Aaaahhh…aaaahh….ammm….pun….aahh…
aaahh…aaahh….sakit..ahhhhh..aaaahhh….”jerit Diana. Para berandal yang lainnya bersorak-sorak menyemangati keduanya melahap tubuh Diana , Penis-penis mereka digesek-gesekkan di tubuh cewek itu. Joe mencumbunya dengan kasar dan penuh napsu, tangannya dengan liar meremas-remas buah dada Diana. “Ayo…….ayo….seratus delapan puluh delapan…..seratus delapan puluh sembilan….seratus sembilan puluh….ha…ha…ha…” Edi memberi semangat.










