Sherin mendesis-desis dan kakinya mengejang, dia mulai berani melihat ke bawah dimana selangkangannya sedang dijilati dan dihisap-hisap oleh pria tua itu. Hari ketiga di rumah sakit Sherin sengaja datang membesuknya. Bokep Cina Pak Irfan menumpahkan spermanya di perut dan dadanya, sedangkan Pak Udin di mulut. Sherin membuang muka ketika pria itu mencoba mencium bibirnya, terus terang dia enggan dicium oleh tua bangka ini, melihat giginya yang mulai ompong dan hitam-hitam saja jijik apalagi dicium. Hal itu tidak berlangsung terlalu lama karena dua mingguan setelah kejadian itu, Pak Udin terjatuh dari bangku tinggi ketika sedang mengairi tanaman di pot gantung. Genjotannya makin menurun kecepatannya hingga akhirnya berhenti dan penisnya tercabut. Keluarga Pak Udin di kampung menerima santunan dari keluarga Sherin dan mereka menerima dengan ikhlas kematiannya yang mereka anggap sebagai kecelakaan kerja itu. Punggung pria itu sempat tergores sedikit oleh kukunya. Dia pun berbaring di ranjang empuk itu sambil mendengarkan musik yang mengalun dari cd-player.




















