Hatiku benar-benar hancur, kini ada seorang pria lagi yang sudah melihat tubuhku ini. Saking sibuknya ia berkeliling memperhatikan tubuhku, handuknya terjatuh, dan terpampang jelas lah penis besarnya itu.“Dadamu masih segar ya…”, dicuil-cuilnya seperti mencolek puding, Candra sangat tertarik dengan susuku yang putih dan masih cukup kecil ini, dengan puting yang masih sedikit kemerahmudaan, Candra semakin tertarik hingga berkali-kali menelan ludah. Bokeb Dengan langkah yang sedikit berat karena aku ketakutan, aku memaksakan diri mencari kamar nomer empat belas tersebut.‘Tok tok tok’, aku mengetuk pintu kamar kost nomor empat belas itu, lalu segera saja dibuka, dan tampak seorang pria berdiri di dalam mempersilahkanku masuk. Hingga malam aku terbangun, baru saja jam 19:45, aku mendengar suara sms, entah itu dari Mas Wahyu atau Chandra. Kamarnya sedikit berantakan, tidak ada tempat duduk selain berduduk di kasurnya. Namun malanh bagiku, Mas Wahyu kini sedikit acuh padaku, ia sering meninggalkanku, kadang bahkan dia tidak pulang ke kost karena kesibukannya, padahal aku sudah mengorbankan diriku deminya.Semua




















