Aku cukup sering ke sini makanya dia mengenalku.“Lemon tea satu,” jawabku tak menoleh. Film Porno “Toh meski aku suka main kasar, bukan berarti aku datang ke sini buat melecehkan kamu dong?”“Lalu buat apa kamu datang ke sini?” tanyaku to the point.“Kamu sendiri maunya aku ngapain?” dia balas bertanya. Tapi syaratnya ada dua ahahaha….” dia berkata sambil terus memompaku.“Aku nurut! Menatap lurus wajah cowok yang menggenggam tanganku.“Oke saya ulang pesanannya ya: ice lemon tea satu, air mineral gak dingin satu,” pelayan mengonfirmasi pesanan kami. Kepalaku sudah tidak bisa berpikir dengan jernih. Bahkan dia mengaku telah beberapa kali menjadikanku fantasi seksualnya.Jujur aku tersanjung mendengar pengakuannya. Sekarang kamu ada di sini, aku bingung harus gimana.”Mendengar ucapanku dia tersenyum geli, “Pantesan kamu gak pernah mau ngasih nomor HP.”“Ya menurut lho aja!




















