Karen jauh lebih prepare daripada aku. Bokep Barat Aku tersenyum pada-nya, dan Karen membalas senyuman-ku. Entah mengapa, saat itu aku ingin sekali menangis. Stress dan frustasi-nya banyak dilimpahkan ke aku, karena pacar-nya kurang bisa mengerti keadaan-nya saat itu. Aku tersenyum simpul setelah membaca note kecil dari Karen. “No problem.”, jawab-ku langsung. Karen ngga janji ada next time loh.”, canda-nya lagi sambil mencubit lembut lengan-ku. Aku keluarin di luar atau di dalam?”, tanya-ku buru-buru. “Jelas sayang banget. Kulihat belly button-nya yang bersih, aku cium daerah perut Karen. Karen menindihku dengan posisi duduk di atas pinggang-ku. Kemudian Karen bertanya lagi, “Menurut kak Ditto, Karen ama Lisa cakep mana? Aku bersyukur karena aku masih tinggal bersama Karen. Karen hening kembali. “Karen, aku hampir keluar nih. Kupandang wajah-nya sejenak, dan mata kami saling beradu. Suara gesekan penis-ku dan memiaw-nya yang basah terdengar merdu di telingaku bersamaan dengan desahan napsu Karen yang membuatku semakin bernapsu saja.




















