Dengan hati hancur dan terhina Rustinah kemudian pulang kerumahnya, dengan langkahnya yang gontai dan lemas Rustinah terus berjalan menyusuri jalan desa yang sepi itu.Kemalangan mulai kembali mengintai Rustinah, ketika melewati sebuah warung kopi, beberapa pasang mata mengawasinya dengan tatapan penuh nafsu birahi. Bokep Indo Tersebutlah sebuah desa didaerah Gunung Kaler yang masih sangat asri, dengan penduduknya yang juga masih memegang teguh adat istiadat, dari nenek moyangnya. Rustinah hanya bisa menangis diperlakukan seperti itu oleh Juragan Sapto.“Ah…oh…aahh…oohh…ssshhhsss…legit tenan tempikmu nduk…!” Juragan Sapto meracau.Dan tidak lama berselang kemudian Juragan Sapto yang nafsu besar tenaga kurang, segera mencapai klimaksnya…”…aaahh…crot…cro…cro…!”“…poko’e mulai saiki kowe kudu gelem ngelayani aku yo nduk…!?” setelah Juragan Sapto menyelesaikan hajat nafsunya ditubuh Rustinah.Rustinah yang baru kali ini dilemburi bosnya, kemudian diberi sejumlah uang oleh Juragan Sapto, dan disuruhnya segera pulang kerumahnya.










